Fungsi dan Tujuan Pekerja Sosial

B. Fungsi  Dan Tujuan Pekerjaan Sosial

Dalam proses pertolongannya, peranan pekerjaan sosial sangat beragam tergantung pada konteksnya. Secara umum pekerjaan sosial dapat berperan sebagai mediator, fasilitator atau pendamping  lalu perencana dan pemecah masalah. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukan oleh Dubois dan Miley, 2005, Suharto, 2006 yang menyebutkan kinerja pekerja sosial dalam melaksanakan peningkatan keberfungsian sosial sebagai berikut:

  1. Meningkatkan rasa berkemampuan klien
  2. Menghubungkan klien dengan sumber-sumber
  3. Mengusahakan perubahan-perubahan yang mendorong organisasi dan badan-badan sosial agar lebih responsive terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat

Secara lebih spesifik, tugas utama pekerja sosial adalah memberikan pelayanan sosial baik kepada individu, kelompok maupun masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilan profesional pekerja sosial. Fokusnya adalah meningkatkan keberfungsian sosial (sosial function) melalui intervensi yang bertujuan atau bermakna. Keberfungsian sosial merupakan konsepsi penting bagi pekerjaan sosial. Ini merupakan pembeda antar pekerjaan sosial dan profesi lainnya.

Tujuan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam UU No 11 tahun 2009 pasal 3 dinyatakan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kelangsungan hidup
  2. Memulihkan fungsi sosial dalam rangka mencapai kemandirian
  3. Meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dalam mencegah dan menangani masalah kesejahteraan sosial
  4. Meningkatkan kemampuan, kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan
  5. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggara kesejahteraan

C.    Bidang garapan pekerjaan sosial

Guna mengenal klien lebih dekat, fungsi dan peranan pekerjaan sosial, bidang garapan atau setting utama yang menjadi tempat kiprah para pekerja sosial yaitu:

  1. Keluarga dan pelayanan anak: Penguatan keluarga, konseling keluarga, pemeliharaan anak dan adopsi, perawatan harian, pencegahan penelantaran dalam rumah tangga.
  2. Kesehatan dan rehabilitas pendampingan pasien di rumah sakit: pengembangan kesehatan masyarakat, kesehatan mental, rehabilitas vokasional, rehabilitasi pecandu obat dan alkohol, pendampingan ODHA
  3. Pengembangan masyarakat: perencana sosial, pengorganisasian masyarkat, revitalisasi ketetangaan, perawatan lingkungan hidup, kebutuhan sosial. Penguatan modal sosial, penguatan ekonomi kecil.
  4. Jaminan sosial, skema asuransi sosial: bantuan sosial, sosial foundation, JKSM, jaringan pengaman sosial
  5. Pelayanan kedaruratan: pengorganisasian bantuan, manajemen krisis, informasi dan rujukan, integrasi pengungsi
  6. Pekerjaan sosial sekolah: konseling penyesuaian sekolah, manajemen perilaku sehat pelajar, manajemen tunjangan biaya pendidikan, peningkatan partisipasi keluarga dan masyarkata pendidikan
  7. Pekerja sosial industri: program bantuan pegawai, penempatan dan relokasi kerja, perencanaan pensiunan, tanggung jawab sosial perusahaan (coorporate social responsibility)
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s