Bab III Pembahasan Hasil Observasi KS AnJal

Udah lama ga ngepost, kebanyakan cerita ditulis di Blog sebelahūüėÄ

Tuliskan kali ini, lebih kepada laporan tugas kampus hasil dari beberapa observasi yang sudah dilakukan. Seharusnya dipost beberapa bulan yang lalu..

Observasi tugas mata kuliah Kesejahteraan Sosial, berikut ini merupakan intisari dari tugas tersebut…

 

GAMBARAN PMKS ‚ÄúANAK JALANAN‚ÄĚ

Manusia adalah mahluk sosial, sekalipun manusia adalah individual tetapi pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan hidup dengan sesamanya (bermasyarakat). Dinamika kehidupan yang dialami manusia adalah bersifat flutuaktif dalam menghadapi berbagai masalah, terlepas dari masalah itu bersifat pribadi atau sifanya yang sosial.

Dewasa ini permasalahan sosial yang merebak cukup memprihatinkan, salah satunya adalah mengenai Anak Jalanan (Anjal). Tingginya jumlah pengangguran serta ledakan pendudukan miskin merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah anak jalanan hal ini memiliki kompleksitas dari dampak yang akan ditimbulkan.

Sehubungan dengan itu, penyusun sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang sedang menempuh mata Kesejahteraan Sosial tertarik untuk mendalami dan membahas mengenai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) khususnya anak jalanan. Penyusun telah melakukan studi lapangan atau observasi dalam rangka mengetahui lebih jelas dan akurat mengenai permasalahan dari anak jalanan dan aspek-aspek yang terkait di dalamnya yang dilakukan pada salah satu jalan yang seringkali dijadikan tempat berkumpul anak jalanan tepatnya di daerah Pasteur dan sekitarnya untuk dilakukan observasi.

  1. A.    Lokasi

Permasalahan sosial yang hingga saat ini masih sangat ramai dikalangan masyarakat adalah hadirnya anak jalanan, masih banyak sekali ditemui anak-anak diperempatan jalan atau dipinggir jalan hanya untuk sekedar menjajakan makanan atau bahkan mengamen. Terutama di kota besar, anak-anak seperti ini akan sangat sering dijumpai di Jalan-jalan yang memang memiliki tingkat kesibukan, kepadatan yang cukup tinggi, diantaranya di kota Bandung yaitu Jalan Pasteur.

Bandung merupakan ibu kota Jawa Barat terletak ditengah wilayah provinsi Jawa Barat sehingga memiliki nilai strategis terhadap kota-kota lain disekitarnya. Bandung dikenal sebagai kota terbesar ke empat di Indonesia, setelah Jakarta, Surabaya, Medan sementara di wilayah Jawa Barat, Bandung menempati posisi pertama kota terpadat. Pertumbuhan ekonomi kota Bandung dipengaruhi oleh sektor perdagangan dan jasa serta sektor industri berkembang. Hal tersebut menjadikan Kota ini menjadi salah satu kota yang memiliki puluhan pusat perbelanjaan modern dengan aneka atraksi wisata belanja seperti Istana Plaza (IP) yang berada di jalan Pasirkaliki, Paris Van Java di jalan sukajadi dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya, untuk menyokong itu semua pemerintah memfasilitasinya dengan didirikannya beberapa infrastruktur yang menunjang salah satunya adalah akses jalan. Salah satu akses jalan yang sangat padat di Kota Bandung adalah Jalan Pasteur.

Secara geografis jalan Pasteur adalah lokasi atau tempat yang sangat strategis, merupakan jalan penghubung yang menjembatani antara Jalan Sukajadi, Jalan Pasir Kaliki dan Jalan Dokter Djudjunan. Letak jalan Pasteur sendiri yang memang berada ditengah-tengah perkotaan dan memiliki bahu jalan yang sangat luas menjadikan jalan ini memiliki tingkat mobilitas yang cukup padat bila dibandingkan dengan jalan-jalan lain. Selain itu, pada jalan ini terdapat empat trafic light atau lalu lintas yang mana difungsikan untuk masing-masing jalan (perempatan) yang secara tidak langsung dijadikan lahan mencari nafkah oleh sebagian orang dalam menjalani kegiatan ekonominya seperti: penjaja koran, pengemis, pengamen, penjual buah-buahan.

B.     Anak Jalanan Pasteur

Anak jalanan adalah mata rantai dari premanisme. Jika mata rantai ini tidak diputuskan sedari dini, maka premanisme akan tumbuh dengan subur dan akan mengancam kelangsungan masa depan bangsa. Oleh karena itu anak jalanan adalah salah satu generasi yang akan turut menentukan nasib masa depan bangsa dan harus diselamatkan. Terutama di kota besar permasalahan ini sangat sukar untuk diselesaikan, di kota Bandung khsusnya jalan Pasteur karakteristik anak jalanan yang sering ‚Äúmangkal‚ÄĚ atau sering dijumpai adalah anak-anak yang memiliki rentang usia sekitar enam sampai 19 tahun bahkan dijumpai pula orang-orang dewasa dengan usia sekitar 22 sampai 30 tahun yang memang menggantungkan kehidupannya di jalan Pasteur ini. Diantaranya ada yang masih duduk di salah satu sekolah dasar atau sekolah menengah pertama namun mayoritas tidak bersekolah dan hanya lulus sekolah dasar saja. Kebanyakan dari anak jalanan ini masih berasal dari kota Bandung, bermukim disalah satu jalan yang tidak jauh dengan lokasi jalan Pasteur diantaranya ada yang berasal dari Jalan Cibarengkok, Jalan Sukamaju atau lebih jauhnya lagi ada yang berasal dari jalan Baladewa. Kegiatan yang sering dilakukan oleh para anak jalanan ini adalah menjajakan makanan, berjualan koran, mengamen dan topeng monyet dengan kuantitas yang waktu yang dihabiskan selama dijalan kurang lebih lima sampai enam jam dengan flexibelitas waktu yang tidak tentu.

C.    Kondisi Kesejahteraan

Perbedaan kelas sosial yang berada didalam masyarakat merupakan hal yang lumrah, begitu pun halnya dengan ini. Jalan Pasteur yang secara geografis sangat strategis menghubungkan beberapa tempat-tempat hiburan atau wisata di Kota Bandung yang secara ekonomi berdampak besar pula pada perekonomian wilayah tidak menjadikan tempat ini dapat menjamin kesejahteraan warga atau masyarakat sekitarnya. Terbukti bahwa mayoritas anak jalanan atau orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah dijalan ini kebanyakan berasal dari tempat-tempat sekitar jalan Pasteur.

Sebagian besar anak jalanan kota Bandung harus bekerja dengan cara mengamen, mengemis, menjual koran, dagangan asongan dan jenis pekerjaan lainnya yang semuanya dilakukan di jalan-jalan. Adapun hasil anak dari turun ke jalan ini, untuk mendapatkan penghasilan berupa uang guna memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, seperti uang jajan sekolah atau uang untuk makan bahkan membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari pengamatan dilapangan bahwa penyebab anak-anak harus bekerja di jalanan adalah ketidak mampuan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.     

 

Hasil Observasi

Merebaknya jumlah pengangguran serta makin tinggi jumlah penduduk miskin merupakan salah satu penyebab meningkatnya masalah-masalah sosial. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada, sumber masalah sosial yaitu proses sosial itu sendiri dan bencana alam yang terjadi. Meningkatknya masalah-masalah sosial mengakibatkan semakin tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial dan salah satunya adalah anak jalanan.

Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung yang telah dilakukan pada salah satu jalan di kota Bandung yang memiliki tingkat mobilitas dan kepadatan yang cukup tinggi yakni jalan Pasteur  maka diperoleh gambaran sebagai berikut:

A.    Sumber Data

Data yang kami dapatkan berasal dari wawancara dengan anak jalanan mulai usia 15-19 tahun Pada tanggal 28 Maret, 04 April dan 11 April 2013.

1. Sumber data ke- 1 ‚ÄúPANDI‚ÄĚ

Anak laki-laki berusia 10 tahun merupakan siswa kelas enam Sekolah Dasar Nuginasari, alamat rumah di jalan Cibarengkok. Alasan turun ke jalan atau menjadi anak jalanan adalah ingin membantu orang tua dan membiayai keperluan sekolah. Berasal dari keluarga divorce yang mana ayah dan ibu sudah menikah lagi.

2. Sumber data ke- 2 ‚ÄúLUSI‚ÄĚ

Lusi adalah remaja puteri dengan kisaran usia enam belas tahun, status sudah menikah dan merupakan kakak ipar Pandi, riwayat pendidikan hanya tamat sekolah menegah dasar. Mengontrak di Jalan Baladewa dan turun ke jalan untuk menemani suami yang bekerja sebagai ‚Äúpendoger‚ÄĚ atau topeng monyet.

3. Sumber data ke- 3 ‚ÄúAGUS‚ÄĚ

Agus merupakan salah satu siswa kelas 6 di Sekolah Dasar Pasir Kaliki 136, anak laki-laki berusia 14 tahun ini adalah kakak tiri dari Pandi yang sama-sama bertempat tinggal di jalan Cibarengkok. Faktor lingkungan dan ajakan teman menjadi alasan Agus turun ke jalan, aktivitas yang dilakukannya di jalan yakni mengamen dan berkumpu dengan teman sebayanya. Sebagian besar hasil yang didapat dari mengamen itu, diberikan kepada ibunya

4. Sumber data ke- 6 ‚ÄúYUDI‚ÄĚ

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sudah 13 tahun menghabiskan sebagian waktunya untuk turun ke jalan. Beralamat di  Gg. Haji Junaedi-Sukajadi bersama orang tua yakni ayah (ibu sudah meninggal), dan satu kakak yang belum berkeluarga. Anak laki-laki berusia 19 tahun ini menyelesaikan jenjang pendidikannya pada kelas dua Sekolah Dasar, dengan alasan ingin bekerja untuk membantu penghasian orang tua. Kegiatan yang diakukannya selama di jalan yakni sebagai penjual asongan, dan mengamen. Akan tetapi karena penghasilan yang didapatnya masih belum mencukupi, Yudi pun beralih pekerjaan menjadi seorang pendoger monyet dengan penghasilan maksimal Rp. 200.000 per hari. Monyet yang digunakannya sendiri merupakan hasil sewaan, yang dimana setiap harinya Yudi harus membayar Rp. 60.000.

5. Sumber data ke- 4 ‚ÄúDHON‚ÄĚ

Kondisi ekonomi yang kurang memadai menjadi alasan utama Dhon turun ke jalan, pria berusia 26 tahun ini beralamat di Cibarengkok dengan istri dan dua anaknya. Aktivitasnya di jalan yakni mengamen, dengan sesekali menjadi penjual asongan. Turun ke jalan merupakan kerja sampingan apabila tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukannya untuk menafkahi keluarga. Penghasilan yang didapat per hari dari hasil mengamen hanya cukup untuk kebutuhan pokok keluarga seperti makan dan membayar kontrakan. Anak pertama dari dua bersaudara ini masih memiliki orang tua yang lengkap, tetapi Dhon tidak hidup bersama kedua orang tuanya karena sudah berkeluarga.

6. Sumber data ke- 5 ‚ÄúKINOY‚ÄĚ

Pria berusia 24 tahun yang beralamat di Citepus blok Muncang ini memilih turun ke jalan sebagai pekerjaan sampingan yang dilakukannya untuk menafkahi istri dan satu anaknya. Sama halnya dengan Dhon, aktivitas yang dikerjakannya selama di jalan yakni mengamen dan menjadi pedagang asongan. Turun ke jalan merupakan aktivitas yang sudah dijalaninya selama tujuh tahun, hasil yang didapat dari mengamen dan menjadi penjual asongan selama tiga kali seminggu itu digunakannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

7. Sumber data ke- 7 ‚ÄúSYANDI‚ÄĚ

Syandi merupakan anak laki-laki berusia 15 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan. Walaupun masih memiliki orang tua yang lengkap dan keluarga yang utuh, anak ke empat dari enam bersaudara ini bukan hanya memilih jalan sebagai tempat untuk memperoleh penghasilan karena selain itu Syandi pun seringkali tidur di jalan dan jarang pulang ke tempat tinggalnya yakni di Cibarengkok. Karena faktor lingkungan dan dorongan dari dalam diri sendiri, anak laki-laki yang menempuh pendidikan sampai jenjang Sekolah Dasar ini mempunyai kebiasaan ngelem yakni menghirup salah satu jenis lem dengan tujuan membuat pikirannya lebih tenang.

B.     Analisis Data

Umumnya anak jalanan memiliki latar belakang yang sangat kompleks dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Berdasarkan sumber data yang sudah diperoleh memberikan gambaran bahwa mayoritas sumber permasalahan atau alasan mengapa anak-anak tersebut turun ke jalan adalah sebagai berikut:

  1. 1.      Faktor-Faktor Atau Latar Belakang

Penyebab yang melatarbelakangi anak untuk berada dijalan, disimpulkan bahwa ada dua faktor utama anak yang sering berada dijalan atau perempatan Pasteur meliputi faktor ekstern dan faktor intern.

  1. Faktor ekstern

Faktor eksternal ini merupakan hal-hal penyebab diluar dirinya sendiri dalam hal ini khususnya anak jalanan yang seringkali dijumpai di jalan-jalan, perempatan pasteur, meliputi:

1)      Kemiskinan

Mayoritas sumber atau responden anak jalanan berasal dari keluarga miskin, keadaan dimana baik keluarga atau dirinya sendiri tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, pendidikan dan kesehatan. Setelah ditelisik lebih dalam faktor kemiskinan yang ditemukan disebagian besar anak jalanan disebabkan oleh sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

2)      Lapangan pekerjaan

Telah dibahas sebelumnya, bahwa salah satu faktor ekstern penyebab dari anak jalanan pasteur adalah kemiskinan yang dilatar belakangi salah satunya oleh kurangnya lapangan pekerjaan. Ketidakseimbangan antara lapangan kerja dengan usia produktif menjadikan orang-orang lebih berkompetetif dalam mencari pekerjaan, namun sayang untuk sebagian orang yang memiliki pendidikan dan keterampilan yang rendah tak mampu bersaing bahkan terlindas oleh mereka-mereka yang memiliki ‚Äúmodal‚ÄĚ (pendidikan atau materi) yang mengakibatkan banyak pengangguran-pengangguran yang menggantungkan nasibnya dijalanan. Menurut beberapa sumber yang telah kami wawancarai disebutkan bahwa banyaknya usia produktif yang turun ke jalan diakibatkan oleh kepadatan penduduk yang kian hari makin bertambah maka bertambah banyak pula penggangguran, lapangan pekerjaan yang terbatas, pendidikan yang rendah mayoritas anak jalanan pasteur hanya mengecap pendidikan sekolah dasar, kalau pun ada yang pernah bekerja sebelumnya namun bertahan sebentar karena perusahaan-perusahaan sekarang menerapkan sistem outsourcing atau sistem kontrak.

3)      Kesenjangan sosial

Dijumpai dari beberapa rumah sumber anak jalanan memiliki letak rumah yang berdekatan dengan rumah-rumah yang sangat mewah. Seperti rumah anak jalanan di Baladewa, hanya beberapa meter dari jarak rumahnya terdapat komplek perumahan yang cukup mewah bila dibandingkan dengan rumah-rumah yang berada disekitarnya. Hal ini menjadikan kesenjangan sosial diantara masyarakat khususnya bagi anak-anak jalanan yang tinggal disana. Selain itu tidak terjalinnya hubungan yang baik antara tetangga satu dengan yang lainnya menjadikan ketidakseimbangan ini semakin mencolok.

4)      Lingkungan pergaulan

Dalam hal ini lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan teman sebaya, ada beberapa anak jalanan yang menuturkan alasannya  menjadi anak jalanan adalah karena ikut-ikutan saja dengan teman.

2. Faktor intern

     Dari pengamatan dilapangan bahwa penyebab anak-anak harus bekerja dijalanan adalah ketidak mampuan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan mereka (kemiskinan). Pendorong anak turun ke jalan dilihat dari segi faktor intern adalah keinginan anak itu sendiri, baik karena prihatin terhadap kondisi kehidupan orang tua dan keluarganya ataupun karena ingin mendapatkan penghasilan yang dapat memenuhi keinginannya.

3.  Karakteristik Anak Jalanan Pasteur

Sebagaimana telah disebutkan pada bab dua khususnya pada kajian pustaka telah disebutkan  dan berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara garis besarnya anak yang sering dijumpai di jalan-jalan atau perempatan Pasteur memiliki karakteristik sebagai berikut:

No.

Faktor                 Pembeda

Hidup Di jalanan

Bekerja Di jalanan

Rentan   Menjadi anak Jalanan

1

Lama di jalanan

24 jam

7-12 jam

4-6 jam

2

Hubungan

Dengan keluarga

Putus

hubungan

Tidak teratur pulang ke rumah

Masih tinggal

dengan orang tua

3

Tempat tinggal

Di jalanan

Mengontrak  (bersama-sama)

Bersama keluarga

4

Pendidikan

Tidak sekolah

Tidak sekolah

Masih sekolah

 

Tabel diatas menunjukkan bahwa anak yang hidup dijalan merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap berbagai bahaya dibandingkan kelompok lain. Tabel tersebut mencoba membandingkan antara anak jalanan yang memang tinggal atau kehidupannya berada dijalan dengan anak yang turun ke jalan hanya untuk mencari nafkah saja dengan rentangan waktu dijalan tidak lebih dari 24 jam dan anak jalanan yang terkadang ada dijalanan.

Penghasilan anak jalanan di jalan Pasteur rata-rata setiap harinya Rp. 20.000 sampai dengan 100.000 dengan rentang waktu empat sampai delapan jam per hari antara jam 13.00 sampai jam 20.00. kegiatan turun ke jalan ini dilakukan siang hari sampai malam, karena waktu pagi dimanfaatkan untuk sekolah dan bermain. Kegiatan mengamen di jalanan hanya sebagian kecil yang mendapatkan uang sampai Rp. 50.000. namun untuk penghasilan dari kegiatan topeng monyet atau ‚Äúmendoger‚ÄĚ dapat menghasilkan pendapat sampai 100.000 satu hari.

Anak jalanan yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah anak jalanan yang berjenis kelamin perempuan     

4. Problematika Anak Jalanan Pasteur

Keberadaan anak jalanan berkaitan langsung dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar anak yang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spritual. Problematika ini berhubungan dengna masalah-masalah yang disandang anak jalanan ketika berada dijalan. Khususnya dalam hal ini adalah anak jalanan Pasteur masalah-masalah tersebut dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok masalah besar yaitu permasalahan yang dihadapi dan permasalahan yang ditimbulkan, dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Permasalahan yang dihadapi, meliputi: berkelahi dengan sesama anak jalanan, terlibat tindak kriminal, kekerasan seksual, rawan kecelakaan lalu lintas, rawan pemakai atau pengedaran obat-obat terlarang/narkoba, dirazia, perkembangan kejiwaan kurang baik, cenderung ditolak masyarakat, rawan tertular penyakit
  2. Permasalahan yang ditimbulkan, meliputi: menganggu ketertiban umum, mengotori keindahan kota, menimbulkan citra buruk

Untuk memperoleh gambaran mengenai dampak dari kondisi anak jalanan Pasteur ini, berikut diuraikan beberapa dampak yang dirasakan oleh meliputi aspek kebutuhan dasar, kesehatan, partisipasi sekolah, sosial, mental dan spritual sebagai berikut:

a. Pemenuhan kebutuhan dasar

Anak jalanan pasteur tidak mampu memenuhi kebutuhan makan, pakaian dan tempat tinggal yang layak dan manusiawi. Pada umumnya mereka makan dua kali sehari dengan menu yang seadanya. Selanjutnya, dilihat dari pemenuhan kebutuhan pakaian pada umumnya anak jalan ini hanya memiliki beberapa stel baju dan dua sampai tiga hari baru diganti. Pakaian hariannya tampak lusuh, kumal dan tidak terawat. Kemudian dari segi kebutuhan tempat tinggal sebagian dari anak-anak jalanan pasteur menempati rumah semi permanen dan sebagian mengontrak tinggal dilingkungan permukiman padat yang sangat tidak layak.

b. Kondisi kesehatan

Kegiatan yang dilakukan anak jalanan pasteur selama dijalan sangat akrab dengan polusi udara. Beberapa penyakit yang sering dikeluhkan diantaranya adalah penyakit kulit (gatal), panas, influenza, masuk angin.  Kondisi kesehatan ini dapat dilihat dari dua aspek meliputi kesehatan fisik dan kesehatan psikis yang nampak dari penampilan anak-anak jalan seperti berikut:

1)      Ciri fisik: warna kulit kusam, rambut kemerahan, kebanyakan berbadan kurus, pakaian tidak terurus

2)      Ciri psikis: mobilitas tinggi, acuh tak acuh, penuh curiga, sangat sensistif berwatak keras, kreative, semangat hidup tinggi, berani tanggung resiko, mandiri

 c. Partisipasi sekolah

Kemiskinan orangtua, menyebabkan anak-anak jalanan ini tidak mampu mengakses pelayanan pendidikan meskipun baru-baru ini pemerintah menggratiskan biaya pendidikan namun belum juga dirasakan dampaknya.

d. Kondisi mental, sosial dan spritual

Hubungan sosial antara anak jalanan dengan orangtua dengan lingkungan dan masyarakat, membentuk sikap mental dan spiritual anak jalanan yang sering tidak sesuai dan bahkan bertentangan atau melanggar norma agama, sosial dan hukum yang berlaku. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan hubungan anak dengan orangtua umumnya baik, sebagian besar kembali ke orangtua setelah melakukan aktivitas dijalanan bahkan salah satu diantaranya alasan untuk menjadi anak jalanan adalah untuk membantu orangtua. Orangtua anak jalanann mengetahui kegiatan anaknya diluar rumah. Pada umumnya mereka memberikan dukungan terhadap anaknya, sebagian besar menuturkan bahwa orangtua mereka sering berpesan agar hati-hati dijalanan dan pulang tepat waktu. Meskipun demikian, sebagian anak jalanan mengalami tekanan psikis akibat perlakuan dari orang dewasa lain. Seperti mendapatkan tindakan kekerasan, tak jarang adanya pemerasaan oleh oknum tertentu. Pemerasan ini dilakukan oleh salah seorang satpam restoran yang letaknya tak berada jauh dilokasi jalan Pasteur. Kisaran uang yang sering diminta tidak menentu.

5. Harapan anak jalanan

Dari observasi ini didapatkan bahwa anak pada dasarnya ingin diakui eksistensinya, dapat mengisi hidupnya dengan wajar, dapat mengikuti pendidikan sampai tingkat tertinggi dan dapat mendapatkan penyaluran bakat dan keterampilan sesuai dengan bakatnya. Seperti yang telah dituturkan oleh salah satu narasumber yang menyebutkan bahwa ingin mewujudkan cita-cita menjadi polisi atau penyanyi.

 

 

 

Olahraga bisa menyehatkan? kenapa?

Awal perkuliahan..

Lagi lagi awal semester..

Mata kuliah kesehatan dan perawatan keluarga, mata kuliah yang memisahkan kebersamaan kami (Hiperbola :D). Semester empat ini masing-masing dari mahasiswa disodorkan beberapa konsentrasi yang telah disediakan oleh prodi. Pemilihan ini berdasarkan minat, bakat dan kepemilikan potensi yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Bagi yang memiliki keuletan lebih dan rasa seni akan sesuatu yang dapat diwujudkan kepada benda mati silahkan untuk memilih crafmanship dan untuk teman-teman yang sangat tertarik dan menaruh minat kepada dunia perhotelan mangga untuk menjatuhkan pilihan kepada Graha. Hmm untuk terakhir, bagi temen-temen yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan ingin meningkatkan kualitas hidupnya untuk sesama dengan senang hati saya persilahkan untuk bergabung dengan konsentrasi pekerja sosial (perawatan dan bimbingan anak)ūüôā

Tugas perdana..

‚ÄúKenapa Dengan Berolahraga Bisa¬† Menyehatkan?‚ÄĚ

Interpretasi awal:

‚ÄúOlahraga menyehatkan?‚ÄĚ (iya)

‚ÄúSalah satu usaha sehat adalah dengan berolahraga?‚ÄĚ (iya lagi)

‚ÄúDengan berolahraga dapat menyehatkan?‚ÄĚ (lagi-lagi iya)

‚ÄúSehat fisik?‚ÄĚ (iya)

‚ÄúSehat psikis?‚ÄĚ (mm mungkin iya)

Semua pertanyaan diatas hanya membutuhkan jawaban iya atau tidak, coba bandingkan dengan pertanyaan ini:

‚ÄúApa yang dimaksud dengan olahraga?‚ÄĚ (blablabla)

‚ÄúSehat itu seperti apa?‚ÄĚ (blablabla)

‚ÄúKenapa dengan berolahraga bisa menyehatkan?‚ÄĚ (blablabla)

‚ÄúOlahraga yang menyehatkan itu bagaimana?‚ÄĚ (blablabla)

Tentunya jawaban blablabla merupakan jawaban yang tidak diharapkan dari setiap pertanyaan diatas. Kebayang aja misalkan didalam uts, ujian atau uas semua pertanyaan esssay dijawab oleh kalimat yang setiap katanya adalah blablabla sudah dipastikan bukannya dapet nilai A akan tetapi sebaliknya, murka dari dosen bersangkutan yang didapat.

Tugas perdana ini bukanlah pengumpulan pengerjaan tugas mahasiswa (portofolio) seperti biasanya. Makalah, laporan atau berupa presentasi, hasil observasi pun tidak. Sederhana hanya jawaban dari seutas, seonggok, sebongkah atau apalah , pertanyaan yang dilontarkan ibu kepada kami, mahasiswa yang setiap hari senin menempati ruangan 137 lantai 4 Fakultas teknik kejuruan.

‚ÄúBerolahraga Bisa Menyehatkan? Kenapa?‚ÄĚ

Singkat, padat dan ringkas!

Mahasiswa satu yakni teman saya liska lalu nabila, rini, reni, afifah, riska, dilanjutkan citri, sabrina dan sampailah kepada saya (maaf temen-temen yang tidak disebutkan namanya).

Jawaban satu dengan lainnya relatif sama,

‚ÄúOlahraga menyehatkan karena Meningkatkan kemampuan¬†otak¬†kita!‚ÄĚ

‚Äúkenapa?‚ÄĚ

‚Äúkarena oksigen di dalam darah kita dan mempercepat sirkulasi darah dalam tubuh kita terutama ke¬†otak‚ÄĚ

‚Äúkenapa?‚ÄĚ

‚ÄúOlahraga menyehatkan karena Menunda proses penuaan!‚ÄĚ

‚Äúkenapa?‚ÄĚ

‚Äúkarena Proses penuaan merupakan hal yang alami dan pasti terjadi, akan tetapi dengan olah raga proses tersebut bisa di kurangi lajunya‚ÄĚ

‚Äúkenapa?‚ÄĚ

Lagi dan lagi, setiap jawaban yang diberikan akan berujung pada kata tanya kenapa! Sempat terpikirkan bahwa asal usul dari mata kuliah ini adalah berlandaskan dari pertanyaan kenapa! Apa-apa kenapa, lalu kenapa lagi, dan kenapa seterusnya. Sampai akhirnya pertanyaan ‚ÄúKenapa Dengan Berolahraga Bisa¬† Menyehatkan?‚ÄĚ di PR kan. Dan lagi semua jawaban berakhir pada kata ‚ÄúKenapa?!‚ÄĚ

Sampai akhirnya secarik kertas dengan nama Siska Fitriandini Nim 1104220 berada digenggaman tangan ibu…

‚ÄúBerolahraga Dapat Menyehatkan‚ÄĚ

Konsep Awal

 Terdapat korelasi yang sangat erat antara olahraga dengan kesehatan tubuh. Setiap manusia mendambakan suatu keadaan dimana dirinya secara fisik maupun psikis berada pada suatu kondisi yang baik, sejahtera dan tidak terjangkit apapun untuk dapat bereaksi dan berinteraksi secara optimal dengan lingkungannya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya secara sadar yang harus dilakukan. Salah satu cara menciptakan tubuh yang sehat adalah dengan berolahraga hal ini sejalan dengan yang dikemukan oleh Suryanto Rukmono, S. Si menyebutkan bahwa “Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh agar badan terasa sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani. Olahraga dapat menyehatkan tubuh, hal ini dapat dibuktikan dari manfaat yang ditimbulkannya seperti:

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Aktivitas olah raga bisa meningkatkan hormon-hormon dalam otak seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorfin, dimana hormon-hormon tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan masih banyak lagi.

     2. Mengurangi stress

Dalam kehidupan manusia sekarang ini stress adalah penyakit yang sering mendatangi karena tekanan hidup, tekanan pekerjaan, tekanan ekonomi dan masalah-masalah kehidupan yang lain. Dengan olah raga dapat mengurangi kadar stress dalam kehidupan

    3. Menambah rasa percaya diri

Dengan olah raga yang teratur kita bisa mengontrol berat badan, sehingga bisa mencapai berat badan ideal dan kita memperoleh postur tubuh yang proporsional yang secara langsung bisa menambah rasa percaya diri.

Seperti yang telah dikemukan diatas mengenai olahraga hal serupa pun berlaku dengan kesehatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) “Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Menurut WHO ada empat komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu:

Sehat jasmani atau kesehatn fisik adalah semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

  1. Kesehatan mental mencakup tiga komponen yakni, pikiran, emosional dan spiritual.
  2. Kesehatan sosial, terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik.
  3. Kesehatan dari aspek ekonomi, terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarga secara finansial.

Sehat merupakan salah satu nikmat karunia Allah yang menjadi dasar bagi segala nikmat dan dasar bagi segala kemampuan, dengan sehat setiap manusia memiliki modal untuk berinteraksi dan melakukan segala kegiatannya dengan sesama serta lingkungan dan salah satu cara dalam menjaga nikmat ini adalah dengan memelihara dan menjaga serta mengupayakan agar terawatnya nikmat yakni dengan berolahraga.

Para ahli telah membutktikan saat berolahraga, aliran darah berjalan lebih lancar. Ketika berolahraga, organ tubuh khususnya jantung akan terpacu lebih lagi. Dengan demikian organ tubuh yang menjadi pemicu aliran darah keseluruh tubuh bertambah kuat. Kuatnya jantung membuat aliran darah juga berjalan dengan lancar. Selain jantung yang semakin terlatih, organ tubuh lain juga terlatih saat berolahraga adalah paru-paru. Tarikan dan hembusan nafas yang lebih cepat membuat kerja paru-paru ikut terpacu. Dengan demikian olahrga dan kesehatan paru-paru juga memiliki hubungan yang erat.

Bagian tubuh yang lain yang ikut terlatih saat berolaharga adalah anggota tubuh. Saat melakukan berbagai gerakan, anggota tubuh yang bersangkutan juga akan terlatih. Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Perlu digaris bawahi suatu kegiatan akan menjadi bermanfaat atau tidaknya bergantung pada proses pelaksanaan dan tentang motivasi dari dilakukannya kegiatan tersebut. Hal ini pun berlaku pada aktivitas olahraga. Motivasi seseorang untuk melakukan olahraga akan berbeda-beda. Motivasi tersebut antara lain, contohnya ingin tampak lebih kurus, ingin membentuk tubuh agar lebih atletis atau sekedar mencari kebugaran tubuh agar tetap sehat. Dengan adanya perbedaan motivasi munculah kriteria yang baik untuk berolahraga. Berikut ini kriterianya:

  1. Olahraga harus dilakukan secara berkesinambungan terus menerus
  2. Jenis Olahraga yang anda pilih harus yang berirama.
  3. Gerakan yang dilakukan selang-seling antara gerakan yang cepat dan lambat.
  4. Jangan terburu-buru jika melakukan
  5. Olahraga yang baik adalah olahraga yang menguji serta meningkatkan daya tahan.

Pada intinya Olahraga merupakan aktivitas yang harus dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dan psikologi. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jika seseorang ingin memiliki jiwa yang sehat, maka harus terlebih dahulu memiliki tubuh yang sehat.

‚Äúhmm, kesehatan mental? Seperti apa?!‚ÄĚ

Lagi dan lagi? Kenapa?!

Sampai akhirnya salah satu dari kami bertanya

‚Äúlalu jawaban seperti apa yang ibu harapkan?‚ÄĚ

Secara sederhana, ringkas dan jelas ibu menganologikan jawabannya dengan studi kasus yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan. Ibu menjelaskan bahwa setiap jawaban yang kami berikan merupakan jawaban yang benar namun, apakah jawaban tersebut dapat dimengerti oleh masyarakat diluar akademisi?? Terdiam sejenak, merenungi perkataan ibu barusan. Kami semua melupakan hal penting dari tugas ini, melewati hal yang sangat vatal. Barangkali ini semacam pre tes awal perkuliahan, sayangnya kami dan khususnya saya pribadi tak mendengar instruksi yang diperintahkan ibu dengan baik. Saya khususnya hanya terpaku pada penyelesaian pertanyaan dengan memberikan jawaban yang seadanya tanpa mengindahkan hal penting didalamnya.

‚ÄúSubjek sasaran sang penemerima pesan‚ÄĚ

Bila dalam dunia komunikasi, khususnya komunikasi dua arah pihak penyampai (komunikator) akan selalu berdampingan dengan pihak penerima (komunikan) lalu ada hal atau pesan yang disampaikan (message), media penyampaian dan timbal balik dari kedua belah pihak (feed back). Kami semua seakan lupa pada objek sang penerima pesan, seolah semua komunikan adalah orang-orang yang berada pada tahap atau level sama dari segi pemahaman. Padahal sejak awal ibu bilang, coba posisikan diri kalian sebagi seorang penyuluh objek sasaran bebas. Apakah itu anak-anak pada jenjang pendidikan TK atau SD bahkan tingkat SMA sampai pada para orangtua atau lansia. Sayangnya saya khususnya melupakan hal itu. Alhasil setiap jawaban akan berakhir pada kalimat ‚Äúlogikanya mana?‚ÄĚ.. hal terpenting dari mata kuliah ini adalah, apa yang kita tulis, katakan atau apapun yang ingin disampaikan harus dimengerti, difahami oleh subjek penyampai sebelum disampaikan pada pihak penerima. Sederhana, bila kalimat dapat disederhanakan dengan mudah kenapa mesti repot-repot memilih padanan kata yang rumit menjelimet. Penjelasan yang bisa memberikan pemahaman kepada orang yang mendengarkan, hanya itu. ^^

Fungsi dan Tujuan Pekerja Sosial

B. Fungsi  Dan Tujuan Pekerjaan Sosial

Dalam proses pertolongannya, peranan pekerjaan sosial sangat beragam tergantung pada konteksnya. Secara umum pekerjaan sosial dapat berperan sebagai mediator, fasilitator atau pendamping  lalu perencana dan pemecah masalah. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukan oleh Dubois dan Miley, 2005, Suharto, 2006 yang menyebutkan kinerja pekerja sosial dalam melaksanakan peningkatan keberfungsian sosial sebagai berikut:

  1. Meningkatkan rasa berkemampuan klien
  2. Menghubungkan klien dengan sumber-sumber
  3. Mengusahakan perubahan-perubahan yang mendorong organisasi dan badan-badan sosial agar lebih responsive terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat

Secara lebih spesifik, tugas utama pekerja sosial adalah memberikan pelayanan sosial baik kepada individu, kelompok maupun masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilan profesional pekerja sosial. Fokusnya adalah meningkatkan keberfungsian sosial (sosial function) melalui intervensi yang bertujuan atau bermakna. Keberfungsian sosial merupakan konsepsi penting bagi pekerjaan sosial. Ini merupakan pembeda antar pekerjaan sosial dan profesi lainnya.

Tujuan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam UU No 11 tahun 2009 pasal 3 dinyatakan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kelangsungan hidup
  2. Memulihkan fungsi sosial dalam rangka mencapai kemandirian
  3. Meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dalam mencegah dan menangani masalah kesejahteraan sosial
  4. Meningkatkan kemampuan, kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan
  5. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggara kesejahteraan

C.    Bidang garapan pekerjaan sosial

Guna mengenal klien lebih dekat, fungsi dan peranan pekerjaan sosial, bidang garapan atau setting utama yang menjadi tempat kiprah para pekerja sosial yaitu:

  1. Keluarga dan pelayanan anak: Penguatan keluarga, konseling keluarga, pemeliharaan anak dan adopsi, perawatan harian, pencegahan penelantaran dalam rumah tangga.
  2. Kesehatan dan rehabilitas pendampingan pasien di rumah sakit: pengembangan kesehatan masyarakat, kesehatan mental, rehabilitas vokasional, rehabilitasi pecandu obat dan alkohol, pendampingan ODHA
  3. Pengembangan masyarakat: perencana sosial, pengorganisasian masyarkat, revitalisasi ketetangaan, perawatan lingkungan hidup, kebutuhan sosial. Penguatan modal sosial, penguatan ekonomi kecil.
  4. Jaminan sosial, skema asuransi sosial: bantuan sosial, sosial foundation, JKSM, jaringan pengaman sosial
  5. Pelayanan kedaruratan: pengorganisasian bantuan, manajemen krisis, informasi dan rujukan, integrasi pengungsi
  6. Pekerjaan sosial sekolah: konseling penyesuaian sekolah, manajemen perilaku sehat pelajar, manajemen tunjangan biaya pendidikan, peningkatan partisipasi keluarga dan masyarkata pendidikan
  7. Pekerja sosial industri: program bantuan pegawai, penempatan dan relokasi kerja, perencanaan pensiunan, tanggung jawab sosial perusahaan (coorporate social responsibility)

Definisi Kesejahteraan Sosial

Awal perkuliahan semester empat

Hari pertama untuk mata kuliah kesejahteraan sosial. Berdasarkan penjelasan Dosen saya dikelas, ada beberapa poin utama yang dapat saya tuliskan kembali mengenai konsep awal dari mata kuliah ini.

A. Konsep Kesejahteraan

Kesejahteraan sosial merupakan disiplin ilmu yang berada diantara ilmu-ilmu lainnya. Secara terminologis, Kesejahteraan sosial mengandung arti: aman, sentosa, makmur atau selamat (terlepas dari segala macam gangguan, kesukaran).

Beberapa pengertian kesejahteraan sosial dalam konteks intitusional

1. walter a. friendlander

kesejahteraan adalah suatu sistem yang terorganisir daripada usaha-usaha pelayanan sosial dan lembaga-lembaga sosial yang bermaksud untuk membantu individu-individu dan kelompok-kelompok agar mencapai standar-standar kehidupan dan kesehatan yang memuaskan serta hubungan perorangan dan sosial yang memungkinkan mereka memperkembangakan segenap kemampuan dan meningkatakan kesejahteraan mereka selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat.

2. PBB

pada mulanya PBB mengemukakan pengertian kesejahteraan sosial sebagai suatu keadaan atau kondisi sejahtera yang penuh, baik jasmani, mental maupun sosial dan bukan hanya keburukan-keburukan sosial tertentu saja. kemudian dinyatakan pula bahwa kesejahteraan sosial merupakan suatu kegiatan yang terorganisir.

3. Indonesia

Di Indonesia, pengertian kesejahteraan sosial telah dituangkan ke dalam UU No 6 tahun 1974 “tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraan sosial”, pasal 2 (1) yang berbunyi: “kesejahteraan sosial ialah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang diliputi rasa keselamatan, kesusialan dan ketentraman lahir bathin yang memungkin bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak azasi serta kewajiban manusia sesuai dengan pancasila”

meskipun begitu, kesejahteraan sosial ini belum memiliki definisi yang dapat diterima secara universal, pengertian kesejahteraan sosial satu negara dengan negara lain berbeda-beda. hakekatnya perbedaan definisi ini berhubungan dengan keadaan dan perkembangan pekerjaan sosial disuatu negara yang bersangkutan, tujuan dan kedudukannya ditentukan oleh taraf perkembangan dan perundang-undangan sosial dinegara tersebut.

Apakabar PKK

‚ÄúPkk?‚ÄĚ

‚ÄúApa itu?‚ÄĚ

‚ÄúPasti masak yah atau ga ngejahit?‚ÄĚ

‚ÄúProspek kedepanya gimana?‚ÄĚ

‚ÄúTerus di pkk ngapain aja?‚ÄĚ

 

Hmmm, sedikit bosan bila mendengar sederetan pertanyaan itu. Lagi dan lagi. Dengan sangat terpaksa saya selaku mahasiswi yang mengambil program studi ini harus menjelaskan. Kenapa terpaksa? Karena saya merasa, saya belum bisa menerangkan apa itu pkk layaknya dosen-dosen saya dikelas, yang sangat menggebu-gebu, semangat perjuangan ’45 bila menjelaskan pkk. Oleh karenanya, meski berbekal sedikit ilmu yang saya dapat dari tiga semester kemaren, saya berinisiatif untuk menjelaskan program studi saya ini dan mencoba menjawab pertanyaan teman-teman yang sangat antusias bila mendengar pkk.

 

Baik saya mulai dari awal berdirinya pkk

PKK, bagi temen-temen yang pernah berkunjung ke kantor lurah atau camat dan menemukan plang yang bertuliskan pkk. Perlu diberitahukan bahwa itu berbeda dengan program studi saya, meski secara akronim sama yaitu sama-sama pkk. Bila di kantor lurah istilah pkk adalah akronim dari Pemerbedayaan Kesejahteraan Keluarga sedangkan di prodi saya pkk itu adalah PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA.

Menurut beberapa sumber yang saya lansir, untuk sejarah dari pkk itu sendiri berawal dari zaman penjajahan yang dipelopori oleh pahlawan nasional kita yaitu R.A Kartini dan R.A Dewi Sartika dengan sekolah perempuan pertama yang dikenal dengan Pendidikan kewanitaan (untuk lebih jelasnya mangga dilihat sendiri di mbah google)ūüėÄ

Tahu ga sih? Bila di Amerika PKK itu sangat berkembang? Dalam perkembangannya, awal didirikan pkk di Amerika dimulai pada tahun 1909 (udah lama banget, yang jelas saya belum lahir) dikenal dengan istilah Home Economics. Dan masuk ke negara kita sekitar tahun 1955. Pkk berdiri di UPI pada tahun 1966. Seiring dengan sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), seperti yang saya tahu bahwa sebelumnya UPI ini bernama Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Begitu pun dengan pkk, pada awalnya pkk bernaung di Fakultas Imu Pendidikan (FIP) namun sejalannya dengan waktu dipindahkan Ke Fakultas Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan (FPTK).

 

‚ÄúLoh ko ke teknik?‚ÄĚ

‚ÄúSaya pun aga terheran-heran awalnya!‚ÄĚ

Perpindahan ini dilakukan karena, seperti alasan pada umumnya dan alasan khususnya saya kurang begitu tahu, dikarenakan adanya perkembangan zaman dengan melihat kebutuhan masyarakat yang lebih kepada aspek-aspek berbau teknis dan bersifat lapangan maka secara otomatis pkk ini pindah ke teknik. Meski secara harfiah pkk tidak termasuk pada teknik. Namun lebih kepada kejuruannya. Hal ini pun berdampak pada proses belajar mengajar, sekitar 50% pembelajaran bersifat teori dan sisanya praktek. Mungkin pada awal perpindahannya cukup sulit, bisa dibayangkan prodi pkk yang mayoritas atau mungkin semua mahasiswanya adalah perempuan yang terbiasa dengan lingkungan perempuan pula harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang sejauh mata memandang hanya melihat mahasiswa laki-laki. Aga ngeri (awalnya) namun bila melihat kondisi sekarang, mungkin perpindahan ini menguntung. Buktinya teman-teman saya yang menemukan jodohnya yang kebetulan ngampus di fakultas yang sama. (kurang lebih begitu ceritanya)

 

Di pkk,

PKK masuk pada ranah pendidikan in formal, disiplin ilmu yang berangkat dari kehidupan manusia. Lebih jelasnya pkk ini merupakan bidang pengetahuan dan pelayanan yang mengutamakan usaha-usaha meningkatkan kehidupan keluarga dalam jalan mendidik (anggota keluarga) untuk memperkuat kehidupan. Jadi inget diskusi kelas dengan salah satu dosen, yang menyebutkan ‚Äújika ingin membangun suatu negara bangunglah provinsinya terlebih dahulu, jika ingin membangun suatu provinsi maka bangunlah kotanya dulu dan jika ingin membangun suatu kota bangunlah keluarganya‚ÄĚ kurang lebih seperti itu. Meski pkk ini lebih bersifat domestic namun pada kegiatannya berbicara mengenai sesuatu yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu.

 Gambar

Materi perkuliahan di PKK,

Mahasiswa belajar tentang Fashion, food  dan pelayanan keluarga. Karena pada disiplin ilmu pkk dikembangkan lagi menjadi tiga program studi yaitu tata boga, tata busana dan pkk itu sendiri (pkk murni). Bila pada tata busana mahasiswa belajar tentang merancang dan pada tata boga belajar tentang bagaimana menyajikan makanan yang selain enak dan bergizi sama halnya dengan prodi pkk itu sendiri. Namun untuk pkk murni lebih kepada pelayanan dan bimbingan serta perawatan keluarga.

Materi perkuliahan, yang jelas seputar keluarga, anak dan lingkungan. Sejauh ini, dari pengalaman tiga semester kemaren. Saya telah belajar tentang dasar-dasar menjadi isteri yang baik hehehe salah, maksudnya saya telah belajar tentang dasar rias, busana, boga. Selain itu ada ekonomi secara makro yang lebih kepada keluarga, manajemen sumber daya dan tentunya lebih kepada aspek keluarga pula dan tak lupa ada ilmu gizi, kimia, fisika, statistika, desain seni, psikologi serta beberapa mata kuliah yang menjurus kepada ranah keguruan. (upi= pabrik guru) seperti landasan pendidikan, psikologi pendidikan, kurikulum, pengelolaan pendidikan dan masih banyak lagi. Dan untuk semester ini, sekitar tanggal satu februari memasuki awal perkuliahan semester empat saya telah mengontrak delapan mata kuliah seperti kesejahteraan sosial, K3, Bimbingan perawatan anak, Bimbingan Konseling dan lainnya. Ouia, karena pada semester empat ini telah diadakan penjurusan. Dimana setiap mahasiswa diperbolehkan untuk memilih konsentrasi sesuai minat, bakat dengan tiga konsentrasi yang sudah ada yaitu untuk program studi tata boga dikelompokkan lagi menjadi lima konsentrasi meliputi MKKP bisnis patiseri, MKKP bisnis katering, MKKP bisnis hotel, MKKP bisnis restoran dan dietika. Tak berbeda jauh dengan tata boga, di tata busana pun dibagi lagi menjadi lima konsentrasi yaitu MKKP butik, MKKP garment, MKKP kriya tekstil, MKKP tata rias, MKKP desain busana. Dan untuk program studi saya yaitu pkk murni dikelompokkan menjadi tiga konsentrasi meliputi MKKP craftmanship, MKKP tata graha dan MKKP pekerja sosial (bimbingan perawatan anak dan kelurga). Saya memilih pekerja sosial, dan karenanya dimulai dari semester ini saya berpisah dengan beberapa teman saya yang memilih konsentrasi kriya dan graha. (Meski baru satu mata kuliah)..

 

Lalu akan jadi apa lulusan pkk??

You can be anyone if you wanna be!

Selain menjadi pendidik, lulusan pkk juga bisa masuk pada setiap profesi yang ada. Seperti perancang, chef , konselor anak dan keluarga, menjadi bagian dari BKKBN atau bahkan menjadi ketuanya dan bisa jadi menteri khususnya pada kementriaan pemberdayaan perempuan (amin hehehe).. semoga bermanfaat ^^

 

# kamar tercinta

Siska Fitriandini, semangat! ^^

Simulasi Mengajar

Semester tiga ini sebagian besar mata kuliah menuntut penyelesaian tugas dengan mempresentasikan hasilnya didepan kelas. Mulai dari mata kuliah belajar dan pembelajaran, psikologi pendidikan, kurikulum pembelajaran dan sampai pada pendidikan kewiraan. hm yang saya sebutkan barusan hanya sebagian kecil dari bagian besar yang ada. Observasi sana sini, meski diselingi dengan menginterpretasikan tugas yang keliru dan hasilnya kegiatan observasi yang diulang. Positifnya adalah berinteraksi dengan lingkungan baru, subjek baru, objek baru itu sangat sulit, sukar dan  merepotkan. Bisa dibayangkan bagi teman-teman mahasiswa yang harus belajar hal tersebut pada akhir perkuliahan semester enam atau lima. sedangkan saya beserta teman-teman sekelas sudah belajar hal tersebut dari awal-awal semester tiga. Mungkin bila ada kesempatan saya akan menuangkan semua hasil pembelajaran yang telah saya dapatkan pada semester tiga ini nanti. Dan untuk coretan saya kali ini, saya ingin berbagi sedikit mengenai salah satu tugas mengenai belajar dan pembelajaran PKK. Akhir perkuliahan dari matkul ini adalah masing-masing dari mahasiswa harus melakukan simulasi terkait materi pembelajaran yang telah diterima. Hal tersebut diwujudkan dalam mensimulasikan diri menjadi guru, bagaimana layaknya seorang guru. Penampilan, kepribadian, bahkan sampai cara berbicara pun harus secara detail diperhatikan. (nasib mahasiswa pendidikan) sudah sangat bisa dipastikan bahwa teman-teman mahasiswa lain non pendidikan tidak belajar ini. 

poin utama dari simulasi ini adalah, masing-masing dari kita harus mampu membuat Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP), awalnya mendengar kata tersebut asing ditelinga. Pembicaraan dengan ibu Neni diawal perkuliahan semester padat kemaren sangat membantu. setidaknya saya tahu apa itu RPP. membuat RPP, tahu wujudnya saja tidak mungkin isinya coretan-coretan yang dibuat guru pada saat ingin mengajar. Itu merupakan konsep awal saya mengenai RPP. Sedikit benar, meski sebagian besar salah. Tampil minggu kedua itu cukup menyulitkan, meski begitu setidaknya penampilan dari teman-teman yang tampil minggu kedua sangat membantu. Baik, setelah revisi sana sini dan simulasinya pun telah dilakukan. Saya tahu ini mungkin sedikit telat, tapi bisa jadi RPP saya ini bisa membantu teman-teman yang sedang sama-sama belajar dalam hal buat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaranūüôā

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A.    Identitas Mata Pelajaran

Satuan Pendidikan                  :           Sekolah Menengah Kejuruan

Kelas                                       :           X (Sepuluh)

Semester                                 :           II / Genap

Mata Pelajaran                         :           Menerapkan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3LH)

Pertemuan ke                           :           1 (satu)

Alokasi Waktu                           :           1 x 15 menit

 

B.     Standar Kompetensi :    

Memahami Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja

C.    Kompetensi Dasar :

Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

D.    Indikator Pencapaian Kompetensi :

  1. Menjelaskan pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  2. Mengidentifikasi tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  3. Mengetahui Peralatan Keselamatan Kerja dan Perlindungan Kerja.

E.     Tujuan Pembelajaran :

Siswa mampu :

  1. Menjelaskan pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan benar.
  2. Mengidentifikasi tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan teliti.
  3. Menyebutkan Peralatan Keselamatan dan Perlindungan Kerja dengan tepat.

Karakter siswa yang diharapkan :

  1. Tekun ( diligence )
  2. Tanggung jawab ( responsibility )
  3. Ketelitian ( carefulness)
    1. Percaya diri ( Confidence )
    2. Keberanian ( Bravery )
    3. Hati-hati

 F.     Materi Pembelajaran :

  1. Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
  2. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
  3. Peralatan Keselamatan Kerja dan Perlindungan Kerja

 G.    Metode dan Pendekatan Pembelajaran :

  1. Metode :

    a.Ceramah b.Tanya Jawab c. Penugasan

  2. Pendekatan :

    a. Individual b. Kelompok

  3. c. Pengalaman

 H.    Kegiatan Pembelajaran :

  1. Pendahuluan (5 menit) :
  2.  Apersepsi
    1. Memberikan salam pembuka
    2. Menanyakan kepada siswa tentang materi pelajaran
  1. Kegiatan Inti (5 menit) : 

    Eksplorasi :Guru menjelaskan materi pembelajaran yang meliputi pengertian keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan prosedur pencegahan agar tujuan K3 dapat tercapai.

    Elaborasi :Setelah guru menjelaskan siswa diberi kesempatan untuk tanya jawab, baik guru ke siswa atau siswa ke guru.

    Konfirmasi :Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik. Guru berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah, memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi, memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh, memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

  1. Kegiatan Akhir (5 menit) :
  2. Untuk lebih memperdalam materi, guru memberikan tugas mandiri
  3. Setelah memberikan tugas mandiri guru menyimpulkan inti materi pelajaran
  4. Setelah guru menyimpulkan inti materi pelajaran, guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

 

  1. Alat Atau Bahan, Media dan Sumber Belajar:
  2. Alat/ bahan :
  3. Spidol
  4. Papan tulis
  5. Media :
  6. Buku (hand out atau modul)
  7. Sumber :
  8. Buku Oleh Kusnawan, sutrisno. (2006). Prosedur Keamanan, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Yudistrira: Jakarta
  9. Buku-buku keamanan, keselamatan kerj

    J.      Penilaian:

  1. Bentuk: Tes tertulis
  2. Jenis: Uraian atau essay
  3. Alat: Buku dan alat tulis
  4. Prosedur: Merupakan pekerjaan rumah

Tes tertulis

  1. Apa yang dimaksud dengan k3
  2. Sebutkan tujuan dari k3
  3. Sebutkan Peralatan Keselamatan Kerja dan Perlindungan Kerja (sertakan gambar)

No. Kunci/Kriteria Jawaban Skor

  1. K3 adalah sebagian ilmu pengetahuan yang penerapannya sebagai unsur-unsur penunjang seorang karyawan agar selamat saat sedang bekerja dan setelah mengerjakan pekerjaanya…………… 25
  2. Tujuan adanya keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk tercapainya keselamatan karyawan saat sedang bekerja dan setelah bekerja, imbas dari karyawan yang selamat adalah suatu tujuan keuntungan bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri……………………… 25
  3. Pakaian pelindung, pelindung kepala, pelindung tangan, pelindung kaki, Pelindung terhadap bahaya jatuh, Pelampung, Perlindungan mata dan muka, Pelindung kulit dan tubuh, Pelindung pernafasan, Pelindung pendengaran……………………………………… 50

Penilaian :

Tingkat ketercapaian = Jumlah jawaban benar  x 100%

                                                Jumlah soal

Kriteria ketercapaian :

90% Р100%    = A : Kompeten Istimewa

80% Р89%      = B : Kompeten Amat Baik

70% Р79%      = C : Kompeten Baik

-69%    = D : Belum Kompeten

¬†Sangat dipastikan ini akan sangat memusingkan, terlebih dari kurangnya saya untuk mengedit, maklum saya aga sedikit malas untuk mengeditnya. Sedapat yang bisa dipahami dan dicerna, semoga bermanfaat.ūüėÄ

Tugas Akhir Semester

Barangkali dan sepertinya iya, ini merupakan tulisan perdana pada situs ini. Sebagian besar tulisan yang ada, baik sifatnya resmi atau sebaliknya dan mayoritas berisi curhatan masih tertata rapi pada selembaran kertas yang menumpuk di atas meja belajar dan sebagian lagi terpampang di blog.

Baik, sekadar share saja mengenai hal yang telah saya kerjakan pada bulan kemarin. ini terkait salah satu tugas di kampus mengenai manajemen pendidikan yang saya kontrak pada semester ini. sifatnya laporan, tentang mengobservasi salah satu sekolah (pilihan sendiri) terkait pelaksanaan manajemen pendidikan di sekolah. Dan tugas tersebut, saya memilih Sekolah SD Negeri Sukajadi 3 Bandung. Saya adalah salah satu alumnus dari sekolah ini, hm sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu saya pernah mengenyam pendidikan tingkat dasar di sekolah tersebut. tulisan ini bersifat membangun, tapi memang pada laporannya sedikit mengkritik. Dikarenakan laporannya terlalu banyak bila harus dipampang disini, saya merangkumnya seperti ini. sebelumnya karena pasti akan banyak sekali menemui kerancuan dan kekeliruan dalam penulisan atau bahkan tidak seharusnya ditulis. Untuk mengantisipasi hal itu, dari paragraf ini saya memohon maaf karena memang patut dimaklumi saya masih belajar. :)

Begini, ini merupakan rangkuman atau abstrak dari hasil studi lapangan yang telah saya lakukan. Studi lapangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan manajemen pendidikan Sekolah, dan mengetahui seberapa jauh pelaksanaan tersebut berjalan baik dengan memperhatikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di SD Negeri Sukajadi 3 Bandung. Hasil studi lapangan ini diharapkan akan dapat dipergunakan untuk bahan evaluasi atas pelaksanaan manajemen pendidikan Sekolah tersebut.

Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Sekolah SD Negeri 3 Bandung meliputi: pertama: Manajemen Kurikulum, kedua:Manajemen Peserta Didik, ketiga: Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan, keempat:Manajemen Sarana Dan Prasarana, kelima: Manajemen Keuangan, keenam: Manajemen Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat dan ketujuh: Manajemen Kelas. Dalam setiap bidang manajemen pendidikan Sekolah yang dilaksanakan SD Negeri Sukajadi 3 Bandung meliputi beberapa kegiatan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing guna memajukan Sekolah. (2) Hasil dari pelaksanaan manajemen pendidikan di SD Negeri Sukajadi 3 Bandung cukup efektif, karena hasil yang diperoleh dari pelaksanaan manajemen pendidikan dapat menunjang tercapainya program Sekolah. (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen pendidikan di SD Negeri Sukajadi 3 Bandung sangat bervariasi dalam setiap bidangnya. Hal ini merupakan tantangan bagi Sekolah terutama untuk mendorong bagi para guru untuk selalu meningkatkan kinerja demi kemajuan Sekolah dan terciptanya kegiatan Sekolah yang efektif, karena tanpa faktor pendukung dan penghambat, kegiatan Sekolah tidak akan dinamis dan maju.