Apakabar PKK

“Pkk?”

“Apa itu?”

“Pasti masak yah atau ga ngejahit?”

“Prospek kedepanya gimana?”

“Terus di pkk ngapain aja?”

 

Hmmm, sedikit bosan bila mendengar sederetan pertanyaan itu. Lagi dan lagi. Dengan sangat terpaksa saya selaku mahasiswi yang mengambil program studi ini harus menjelaskan. Kenapa terpaksa? Karena saya merasa, saya belum bisa menerangkan apa itu pkk layaknya dosen-dosen saya dikelas, yang sangat menggebu-gebu, semangat perjuangan ’45 bila menjelaskan pkk. Oleh karenanya, meski berbekal sedikit ilmu yang saya dapat dari tiga semester kemaren, saya berinisiatif untuk menjelaskan program studi saya ini dan mencoba menjawab pertanyaan teman-teman yang sangat antusias bila mendengar pkk.

 

Baik saya mulai dari awal berdirinya pkk

PKK, bagi temen-temen yang pernah berkunjung ke kantor lurah atau camat dan menemukan plang yang bertuliskan pkk. Perlu diberitahukan bahwa itu berbeda dengan program studi saya, meski secara akronim sama yaitu sama-sama pkk. Bila di kantor lurah istilah pkk adalah akronim dari Pemerbedayaan Kesejahteraan Keluarga sedangkan di prodi saya pkk itu adalah PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA.

Menurut beberapa sumber yang saya lansir, untuk sejarah dari pkk itu sendiri berawal dari zaman penjajahan yang dipelopori oleh pahlawan nasional kita yaitu R.A Kartini dan R.A Dewi Sartika dengan sekolah perempuan pertama yang dikenal dengan Pendidikan kewanitaan (untuk lebih jelasnya mangga dilihat sendiri di mbah google)😀

Tahu ga sih? Bila di Amerika PKK itu sangat berkembang? Dalam perkembangannya, awal didirikan pkk di Amerika dimulai pada tahun 1909 (udah lama banget, yang jelas saya belum lahir) dikenal dengan istilah Home Economics. Dan masuk ke negara kita sekitar tahun 1955. Pkk berdiri di UPI pada tahun 1966. Seiring dengan sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), seperti yang saya tahu bahwa sebelumnya UPI ini bernama Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Begitu pun dengan pkk, pada awalnya pkk bernaung di Fakultas Imu Pendidikan (FIP) namun sejalannya dengan waktu dipindahkan Ke Fakultas Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan (FPTK).

 

“Loh ko ke teknik?”

“Saya pun aga terheran-heran awalnya!”

Perpindahan ini dilakukan karena, seperti alasan pada umumnya dan alasan khususnya saya kurang begitu tahu, dikarenakan adanya perkembangan zaman dengan melihat kebutuhan masyarakat yang lebih kepada aspek-aspek berbau teknis dan bersifat lapangan maka secara otomatis pkk ini pindah ke teknik. Meski secara harfiah pkk tidak termasuk pada teknik. Namun lebih kepada kejuruannya. Hal ini pun berdampak pada proses belajar mengajar, sekitar 50% pembelajaran bersifat teori dan sisanya praktek. Mungkin pada awal perpindahannya cukup sulit, bisa dibayangkan prodi pkk yang mayoritas atau mungkin semua mahasiswanya adalah perempuan yang terbiasa dengan lingkungan perempuan pula harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang sejauh mata memandang hanya melihat mahasiswa laki-laki. Aga ngeri (awalnya) namun bila melihat kondisi sekarang, mungkin perpindahan ini menguntung. Buktinya teman-teman saya yang menemukan jodohnya yang kebetulan ngampus di fakultas yang sama. (kurang lebih begitu ceritanya)

 

Di pkk,

PKK masuk pada ranah pendidikan in formal, disiplin ilmu yang berangkat dari kehidupan manusia. Lebih jelasnya pkk ini merupakan bidang pengetahuan dan pelayanan yang mengutamakan usaha-usaha meningkatkan kehidupan keluarga dalam jalan mendidik (anggota keluarga) untuk memperkuat kehidupan. Jadi inget diskusi kelas dengan salah satu dosen, yang menyebutkan “jika ingin membangun suatu negara bangunglah provinsinya terlebih dahulu, jika ingin membangun suatu provinsi maka bangunlah kotanya dulu dan jika ingin membangun suatu kota bangunlah keluarganya” kurang lebih seperti itu. Meski pkk ini lebih bersifat domestic namun pada kegiatannya berbicara mengenai sesuatu yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu.

 Gambar

Materi perkuliahan di PKK,

Mahasiswa belajar tentang Fashion, food  dan pelayanan keluarga. Karena pada disiplin ilmu pkk dikembangkan lagi menjadi tiga program studi yaitu tata boga, tata busana dan pkk itu sendiri (pkk murni). Bila pada tata busana mahasiswa belajar tentang merancang dan pada tata boga belajar tentang bagaimana menyajikan makanan yang selain enak dan bergizi sama halnya dengan prodi pkk itu sendiri. Namun untuk pkk murni lebih kepada pelayanan dan bimbingan serta perawatan keluarga.

Materi perkuliahan, yang jelas seputar keluarga, anak dan lingkungan. Sejauh ini, dari pengalaman tiga semester kemaren. Saya telah belajar tentang dasar-dasar menjadi isteri yang baik hehehe salah, maksudnya saya telah belajar tentang dasar rias, busana, boga. Selain itu ada ekonomi secara makro yang lebih kepada keluarga, manajemen sumber daya dan tentunya lebih kepada aspek keluarga pula dan tak lupa ada ilmu gizi, kimia, fisika, statistika, desain seni, psikologi serta beberapa mata kuliah yang menjurus kepada ranah keguruan. (upi= pabrik guru) seperti landasan pendidikan, psikologi pendidikan, kurikulum, pengelolaan pendidikan dan masih banyak lagi. Dan untuk semester ini, sekitar tanggal satu februari memasuki awal perkuliahan semester empat saya telah mengontrak delapan mata kuliah seperti kesejahteraan sosial, K3, Bimbingan perawatan anak, Bimbingan Konseling dan lainnya. Ouia, karena pada semester empat ini telah diadakan penjurusan. Dimana setiap mahasiswa diperbolehkan untuk memilih konsentrasi sesuai minat, bakat dengan tiga konsentrasi yang sudah ada yaitu untuk program studi tata boga dikelompokkan lagi menjadi lima konsentrasi meliputi MKKP bisnis patiseri, MKKP bisnis katering, MKKP bisnis hotel, MKKP bisnis restoran dan dietika. Tak berbeda jauh dengan tata boga, di tata busana pun dibagi lagi menjadi lima konsentrasi yaitu MKKP butik, MKKP garment, MKKP kriya tekstil, MKKP tata rias, MKKP desain busana. Dan untuk program studi saya yaitu pkk murni dikelompokkan menjadi tiga konsentrasi meliputi MKKP craftmanship, MKKP tata graha dan MKKP pekerja sosial (bimbingan perawatan anak dan kelurga). Saya memilih pekerja sosial, dan karenanya dimulai dari semester ini saya berpisah dengan beberapa teman saya yang memilih konsentrasi kriya dan graha. (Meski baru satu mata kuliah)..

 

Lalu akan jadi apa lulusan pkk??

You can be anyone if you wanna be!

Selain menjadi pendidik, lulusan pkk juga bisa masuk pada setiap profesi yang ada. Seperti perancang, chef , konselor anak dan keluarga, menjadi bagian dari BKKBN atau bahkan menjadi ketuanya dan bisa jadi menteri khususnya pada kementriaan pemberdayaan perempuan (amin hehehe).. semoga bermanfaat ^^

 

# kamar tercinta

Siska Fitriandini, semangat! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s