Olahraga bisa menyehatkan? kenapa?

Awal perkuliahan..

Lagi lagi awal semester..

Mata kuliah kesehatan dan perawatan keluarga, mata kuliah yang memisahkan kebersamaan kami (Hiperbola :D). Semester empat ini masing-masing dari mahasiswa disodorkan beberapa konsentrasi yang telah disediakan oleh prodi. Pemilihan ini berdasarkan minat, bakat dan kepemilikan potensi yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Bagi yang memiliki keuletan lebih dan rasa seni akan sesuatu yang dapat diwujudkan kepada benda mati silahkan untuk memilih crafmanship dan untuk teman-teman yang sangat tertarik dan menaruh minat kepada dunia perhotelan mangga untuk menjatuhkan pilihan kepada Graha. Hmm untuk terakhir, bagi temen-temen yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan ingin meningkatkan kualitas hidupnya untuk sesama dengan senang hati saya persilahkan untuk bergabung dengan konsentrasi pekerja sosial (perawatan dan bimbingan anak)🙂

Tugas perdana..

“Kenapa Dengan Berolahraga Bisa  Menyehatkan?”

Interpretasi awal:

“Olahraga menyehatkan?” (iya)

“Salah satu usaha sehat adalah dengan berolahraga?” (iya lagi)

“Dengan berolahraga dapat menyehatkan?” (lagi-lagi iya)

“Sehat fisik?” (iya)

“Sehat psikis?” (mm mungkin iya)

Semua pertanyaan diatas hanya membutuhkan jawaban iya atau tidak, coba bandingkan dengan pertanyaan ini:

“Apa yang dimaksud dengan olahraga?” (blablabla)

“Sehat itu seperti apa?” (blablabla)

“Kenapa dengan berolahraga bisa menyehatkan?” (blablabla)

“Olahraga yang menyehatkan itu bagaimana?” (blablabla)

Tentunya jawaban blablabla merupakan jawaban yang tidak diharapkan dari setiap pertanyaan diatas. Kebayang aja misalkan didalam uts, ujian atau uas semua pertanyaan esssay dijawab oleh kalimat yang setiap katanya adalah blablabla sudah dipastikan bukannya dapet nilai A akan tetapi sebaliknya, murka dari dosen bersangkutan yang didapat.

Tugas perdana ini bukanlah pengumpulan pengerjaan tugas mahasiswa (portofolio) seperti biasanya. Makalah, laporan atau berupa presentasi, hasil observasi pun tidak. Sederhana hanya jawaban dari seutas, seonggok, sebongkah atau apalah , pertanyaan yang dilontarkan ibu kepada kami, mahasiswa yang setiap hari senin menempati ruangan 137 lantai 4 Fakultas teknik kejuruan.

“Berolahraga Bisa Menyehatkan? Kenapa?”

Singkat, padat dan ringkas!

Mahasiswa satu yakni teman saya liska lalu nabila, rini, reni, afifah, riska, dilanjutkan citri, sabrina dan sampailah kepada saya (maaf temen-temen yang tidak disebutkan namanya).

Jawaban satu dengan lainnya relatif sama,

“Olahraga menyehatkan karena Meningkatkan kemampuan otak kita!”

“kenapa?”

“karena oksigen di dalam darah kita dan mempercepat sirkulasi darah dalam tubuh kita terutama ke otak”

“kenapa?”

“Olahraga menyehatkan karena Menunda proses penuaan!”

“kenapa?”

“karena Proses penuaan merupakan hal yang alami dan pasti terjadi, akan tetapi dengan olah raga proses tersebut bisa di kurangi lajunya”

“kenapa?”

Lagi dan lagi, setiap jawaban yang diberikan akan berujung pada kata tanya kenapa! Sempat terpikirkan bahwa asal usul dari mata kuliah ini adalah berlandaskan dari pertanyaan kenapa! Apa-apa kenapa, lalu kenapa lagi, dan kenapa seterusnya. Sampai akhirnya pertanyaan “Kenapa Dengan Berolahraga Bisa  Menyehatkan?” di PR kan. Dan lagi semua jawaban berakhir pada kata “Kenapa?!”

Sampai akhirnya secarik kertas dengan nama Siska Fitriandini Nim 1104220 berada digenggaman tangan ibu…

“Berolahraga Dapat Menyehatkan”

Konsep Awal

 Terdapat korelasi yang sangat erat antara olahraga dengan kesehatan tubuh. Setiap manusia mendambakan suatu keadaan dimana dirinya secara fisik maupun psikis berada pada suatu kondisi yang baik, sejahtera dan tidak terjangkit apapun untuk dapat bereaksi dan berinteraksi secara optimal dengan lingkungannya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya secara sadar yang harus dilakukan. Salah satu cara menciptakan tubuh yang sehat adalah dengan berolahraga hal ini sejalan dengan yang dikemukan oleh Suryanto Rukmono, S. Si menyebutkan bahwa “Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh agar badan terasa sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani. Olahraga dapat menyehatkan tubuh, hal ini dapat dibuktikan dari manfaat yang ditimbulkannya seperti:

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Aktivitas olah raga bisa meningkatkan hormon-hormon dalam otak seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorfin, dimana hormon-hormon tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan masih banyak lagi.

     2. Mengurangi stress

Dalam kehidupan manusia sekarang ini stress adalah penyakit yang sering mendatangi karena tekanan hidup, tekanan pekerjaan, tekanan ekonomi dan masalah-masalah kehidupan yang lain. Dengan olah raga dapat mengurangi kadar stress dalam kehidupan

    3. Menambah rasa percaya diri

Dengan olah raga yang teratur kita bisa mengontrol berat badan, sehingga bisa mencapai berat badan ideal dan kita memperoleh postur tubuh yang proporsional yang secara langsung bisa menambah rasa percaya diri.

Seperti yang telah dikemukan diatas mengenai olahraga hal serupa pun berlaku dengan kesehatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) “Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Menurut WHO ada empat komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu:

Sehat jasmani atau kesehatn fisik adalah semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

  1. Kesehatan mental mencakup tiga komponen yakni, pikiran, emosional dan spiritual.
  2. Kesehatan sosial, terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik.
  3. Kesehatan dari aspek ekonomi, terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarga secara finansial.

Sehat merupakan salah satu nikmat karunia Allah yang menjadi dasar bagi segala nikmat dan dasar bagi segala kemampuan, dengan sehat setiap manusia memiliki modal untuk berinteraksi dan melakukan segala kegiatannya dengan sesama serta lingkungan dan salah satu cara dalam menjaga nikmat ini adalah dengan memelihara dan menjaga serta mengupayakan agar terawatnya nikmat yakni dengan berolahraga.

Para ahli telah membutktikan saat berolahraga, aliran darah berjalan lebih lancar. Ketika berolahraga, organ tubuh khususnya jantung akan terpacu lebih lagi. Dengan demikian organ tubuh yang menjadi pemicu aliran darah keseluruh tubuh bertambah kuat. Kuatnya jantung membuat aliran darah juga berjalan dengan lancar. Selain jantung yang semakin terlatih, organ tubuh lain juga terlatih saat berolahraga adalah paru-paru. Tarikan dan hembusan nafas yang lebih cepat membuat kerja paru-paru ikut terpacu. Dengan demikian olahrga dan kesehatan paru-paru juga memiliki hubungan yang erat.

Bagian tubuh yang lain yang ikut terlatih saat berolaharga adalah anggota tubuh. Saat melakukan berbagai gerakan, anggota tubuh yang bersangkutan juga akan terlatih. Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Perlu digaris bawahi suatu kegiatan akan menjadi bermanfaat atau tidaknya bergantung pada proses pelaksanaan dan tentang motivasi dari dilakukannya kegiatan tersebut. Hal ini pun berlaku pada aktivitas olahraga. Motivasi seseorang untuk melakukan olahraga akan berbeda-beda. Motivasi tersebut antara lain, contohnya ingin tampak lebih kurus, ingin membentuk tubuh agar lebih atletis atau sekedar mencari kebugaran tubuh agar tetap sehat. Dengan adanya perbedaan motivasi munculah kriteria yang baik untuk berolahraga. Berikut ini kriterianya:

  1. Olahraga harus dilakukan secara berkesinambungan terus menerus
  2. Jenis Olahraga yang anda pilih harus yang berirama.
  3. Gerakan yang dilakukan selang-seling antara gerakan yang cepat dan lambat.
  4. Jangan terburu-buru jika melakukan
  5. Olahraga yang baik adalah olahraga yang menguji serta meningkatkan daya tahan.

Pada intinya Olahraga merupakan aktivitas yang harus dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dan psikologi. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jika seseorang ingin memiliki jiwa yang sehat, maka harus terlebih dahulu memiliki tubuh yang sehat.

“hmm, kesehatan mental? Seperti apa?!”

Lagi dan lagi? Kenapa?!

Sampai akhirnya salah satu dari kami bertanya

“lalu jawaban seperti apa yang ibu harapkan?”

Secara sederhana, ringkas dan jelas ibu menganologikan jawabannya dengan studi kasus yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan. Ibu menjelaskan bahwa setiap jawaban yang kami berikan merupakan jawaban yang benar namun, apakah jawaban tersebut dapat dimengerti oleh masyarakat diluar akademisi?? Terdiam sejenak, merenungi perkataan ibu barusan. Kami semua melupakan hal penting dari tugas ini, melewati hal yang sangat vatal. Barangkali ini semacam pre tes awal perkuliahan, sayangnya kami dan khususnya saya pribadi tak mendengar instruksi yang diperintahkan ibu dengan baik. Saya khususnya hanya terpaku pada penyelesaian pertanyaan dengan memberikan jawaban yang seadanya tanpa mengindahkan hal penting didalamnya.

“Subjek sasaran sang penemerima pesan”

Bila dalam dunia komunikasi, khususnya komunikasi dua arah pihak penyampai (komunikator) akan selalu berdampingan dengan pihak penerima (komunikan) lalu ada hal atau pesan yang disampaikan (message), media penyampaian dan timbal balik dari kedua belah pihak (feed back). Kami semua seakan lupa pada objek sang penerima pesan, seolah semua komunikan adalah orang-orang yang berada pada tahap atau level sama dari segi pemahaman. Padahal sejak awal ibu bilang, coba posisikan diri kalian sebagi seorang penyuluh objek sasaran bebas. Apakah itu anak-anak pada jenjang pendidikan TK atau SD bahkan tingkat SMA sampai pada para orangtua atau lansia. Sayangnya saya khususnya melupakan hal itu. Alhasil setiap jawaban akan berakhir pada kalimat “logikanya mana?”.. hal terpenting dari mata kuliah ini adalah, apa yang kita tulis, katakan atau apapun yang ingin disampaikan harus dimengerti, difahami oleh subjek penyampai sebelum disampaikan pada pihak penerima. Sederhana, bila kalimat dapat disederhanakan dengan mudah kenapa mesti repot-repot memilih padanan kata yang rumit menjelimet. Penjelasan yang bisa memberikan pemahaman kepada orang yang mendengarkan, hanya itu. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s